TMJ dan Penanganannya
Kebiasaan buruk dalam mengunyah, misalnya mengunyah hanya satu sisi rahang, yang dilakukan dalam jangka waktu lama adalah salah satu dari sekian banyak faktor yang sering dikaitkan dengan kelainan sendi rahang (TMJ/Temporomandibular Junction). Dampak dari kelainan ini bermacam-macam, karena faktor pemicunya pun bervariasi. Keluhan utama pasien yang mengalami kelainan TMJ umumnya adalah sakit kepala yang tidak jelas penyebabnya, sakit di depan telinga, atau terdengar bunyi “klik” (biasa disebut “clicking”) pada saat buka atau tutup mulut. Pasien juga sering mengeluhkan rasa lelah pada otot pipi atau sulit membuka mulut.
Menguatkan Sendi Rahang
-
1Tahanlah rahang bawah saat membuka mulut. Simtom TMD bisa diatasi dengan menguatkan sendi rahang. Sebelum membuka mulut, tahan sedikit rahang bawah dengan meletakkan dua jari di bawah dagu lalu tekan perlahan-lahan saat membuka mulut. Lakukan latihan ini 6 sesi sehari, 6 kali per sesi.[2]
- Jangan memaksakan diri berlatih jika rahang terasa nyeri atau tidak nyaman, terutama sewaktu menahan rahang bawah. Jika Anda mengalami nyeri akut pada sendi rahang, berkonsultasilah dengan dokter gigi atau dokter umum.
-
2Gunakan penahan saat menutup mulut. Buka mulut lalu letakkan 2 jari di bawah bibir bawah. Sambil menutup mulut, tekan sedikit dagu ke bawah untuk menahan rahang bawah. Langkah ini berguna meringankan TMD dengan menguatkan otot rahang. Lakukan latihan ini 6 sesi sehari, 6 kali per sesi.
-
3Lakukan gerakan mendekatkan dagu ke dada. Sambil menegakkan tubuh, tarik dagu ke bawah mendekati dada sehingga Anda seperti memiliki 2 dagu lalu tahanlah selama 3 detik. Latihan ini menguatkan otot penyangga sendi rahang sehingga tekanan pada sendi berkurang. Lakukan gerakan ini 10 kali sehari.
Metode 2 dari 3:
Merilekskan Rahang
-
1Renggangkan gigi atas dan gigi bawah sesering mungkin. Untuk menghilangkan tekanan pada sendi rahang, selipkan lidah di antara gigi atas dan gigi bawah agar Anda tidak mengatupkan rahang atau menggesekkan gigi saat beraktivitas sehari-hari. Saat berbaring sebelum tidur malam, rilekskan rahang dan jangan merapatkan gigi. Tanyakan kepada dokter gigi mengenai pemakaian pelindung gigi.[5]
-
2Buka dan tutup mulut. Sentuhkan lidah pada langit-langit mulut lalu buka dan tutup mulut. Merilekskan rahang adalah cara meredakan ketegangan dan merupakan aspek penting untuk menguatkan otot rahang. Sentuhkan lidah pada langit-langit mulut dengan ujung lidah berada di belakang gigi seri atas. Bukalah mulut sambil merilekskan rahang bawah, tetapi tidak perlu ditahan. Lakukan gerakan ini 6 sesi sehari, 6 kali per sesi.[6]
-
3Lakukan gerakan seperti mulut ikan mas. Saat membuka mulut, ikan mas tidak meregangkan rahang, tetapi latihan ini mampu meredakan kekakuan sendi rahang. Letakkan dua jari pada sendi rahang (tepat di area yang terasa paling tidak nyaman pada engsel rahang dekat telinga). Kemudian, letakkan 1 jari (tangan yang lain) di dagu. Buka mulut sambil memberikan tekanan ringan pada sendi rahang. Lakukan latihan ini 6 sesi sehari, 6 kali per sesi.[7]
- Jangan menahan dagu saat membuka mulut sebab latihan ini bertujuan merilekskan rahang, bukan menguatkan rahang.
-
4Lakukan gerakan mendekatkan dagu ke dada. Gerakan ini bermanfaat merilekskan sendi rahang. Sambil menarik bahu ke belakang dan membusungkan dada, tarik dagu ke bawah mendekati dada sehingga Anda seperti memiliki 2 dagu. Setelah bertahan selama 3 detik, angkat dagu ke posisi semula. Ulangi gerakan ini 10 kali.[8]
-
5Bernapaslah untuk melepaskan ketegangan. Stres bisa menyebabkan Anda mengatupkan rahang sehingga TMD semakin parah. Berlatihlah menarik napas panjang melalui hidung selama 5 detik sambil melepaskan ketegangan dari rahang. Buang napas selama 5 detik sambil berfokus merilekskan sendi rahang dan mengendurkan otot yang digunakan untuk mengunyah. Latihan ini boleh dilakukan sesering mungkin.
Metode 3 dari 3:
Meningkatkan Mobilitas Rahang
-
1Letakkan benda di antara gigi atas dan gigi bawah untuk melatih rahang bergerak ke depan. Letakkan benda dengan ketebalan ½-1 cm di antara gigi atas dan gigi bawah, misalnya gagang sikat gigi atau sumpit. Masukkan benda dengan posisi lurus ke depan, alih-alih menyamping. Kemudian, geserkan rahang bawah ke depan agar sikat gigi/sumpit mengarah ke atas. Jika Anda bisa menggerakkan sumpit dengan nyaman, gunakan benda yang lebih tebal agar rentang gerak rahang bawah semakin lebar.[10]
- Pilihlah benda yang boleh dimasukkan ke mulut seperti yang disarankan di atas. Benda lain bisa mematahkan gigi jika Anda kurang hati-hati.
- Lakukan latihan ini saat Anda perlu menggerakkan rahang, misalnya sebelum makan.
-
2Letakkan benda di antara gigi atas dan gigi bawah untuk melatih menggerakkan rahang ke samping. Letakkan benda dengan ketebalan ½-1 cm di antara gigi atas dan gigi bawah, tetapi kali ini diletakkan melintang. Gerakkan rahang bawah ke kiri dan ke kanan, bukan ke atas dan ke bawah. Cara ini bermanfaat meningkatkan kemampuan rahang bawah bergerak ke kiri dan ke kanan.[11]
- Lakukan latihan ini sesuai kebutuhan sebagai cara mengatasi nyeri atau mempermudah gerakan rahang.
-
3Perbaiki postur tubuh. Banyak orang berjalan, berdiri, atau duduk sambil mencondongkan kepala ke depan sehingga TMD semakin parah karena tulang punggung melengkung. Untuk mengatasi TMD, bersandarlah di dinding dengan tubuh tegak dan mendekatkan tulang belikat sambil menarik dagu ke bawah agar rahang bawah menyentuh dada. Postur ini membantu Anda menegakkan tulang punggung yang bermanfaat meredakan simtom TMD dan meningkatkan mobilitas sendi rahang.
Komentar
Posting Komentar